Tag Archives: permablitz

Ayo Permablitz! (Panduan Singkat Gerakan Permablitz Lokal)

– disusun berdasarkan pengalaman Permablitz Jogja

– unduh versi PDF di sini

Apa itu permablitz?

Permablitz Jogja #4 di Batik Sogan
Permablitz Jogja #4 di Batik Sogan

Apa itu permablitz?

Di tengah kungkungan polusi udara dan air, kondisi tanah yang memburuk, (bahan-bahan) makanan tercampur zat-zat berbahaya, diperlukan keyakinan bahwa bersama-sama kita bisa menyehatkan alam demi menyehatkan diri. Dalam prosesnya, diperlukan pengetahuan, semangat bekerja (bersama), semangat berbagi, serta semangat untuk menjaga.

Muncullah orang-orang di satu kawasan yang peduli akan isu ini. Mereka berkumpul dan bergerak untuk membantu mengembalikan keseimbangan alam. Cara yang mereka ambil adalah mengubah lahan yang tidak produktif menjadi sumber pangan yang sehat dan selaras dengan alam. Satu lahan demi satu lahan, satu acara demi satu acara, beramai-ramai.

Continue reading Ayo Permablitz! (Panduan Singkat Gerakan Permablitz Lokal)

Advertisements

Permablitz Jogja #3: Kebun Rani (II)

after the blitz: kebun depan Rani. Photo: Rita Dharani

Di tengah sumpeknya kekuasaan yang terlalu maskulin, yang merajai setiap sudut kehidupan sehari-hari kita sekarang, ditambah pekerjaan harian saya yang selalu berhubungan banyak dengan dunia laki-laki, aktivitas berkebun seperti menyuburkan energi feminitas yang memberi keyakinan pada masa depan.

Kalau bukan karena “arisan berkebun” Permablitz Jogja dan semangat gotong royong, susah dibayangkan dalam sekejap saya punya kebun masif yang siap tanam. Buat kami, berkebun pangan tidak melulu bicara soal isu lingkungan, gaya hidup organik, kembali ke alam, konsep hijau, eksotisme bertani atau sok enviromentalist. Continue reading Permablitz Jogja #3: Kebun Rani (II)

Permablitz Jogja #1: The Genesis

Untitled

Ini adalah kebun Astrid. Kebun ini terletak di  daerah selatan Jogjakarta, dalam wilayah perkampungan Nitiprayan.

Astrid masih mengontrak rumahnya tetapi karena ketertarikannya dalam isu-isu berkebun tengah berkembang, ia ingin membuat kebunnya sendiri. Sebuah lahan dimana ia akan menanam sayurnya sendiri, bumbu dan rempah-rempah. Ia senang memasak dan ketika ia bisa memetik langsung cabe dari kebun sendiri adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Ia tidak suka membuang sisa makanan/sisa sampah dapur dengan sia-sia dan merasa harus mulai membuat komposnya sendiri.

Persoalannya ia tidak tahu harus mulai darimana. Continue reading Permablitz Jogja #1: The Genesis