Monsanto, Terminator Pertanian Indonesia

970122_10151661204258764_671876332_n

Monsanto, Terminator Pertanian Indonesia
_________________________________________

Perusahaan raksasa Monsanto semakin kuat menancapkan cakarnya di Indonesia. Monsanto Indonesia sudah mendapatkan sertifikat keamanan pangan dan pakan untuk jagung RR NK603 dan jagung Bt Mon89034 hasil rekayasa genetika atau transgenik dari Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (KKH PRG). Monsanto tinggal menunggu persetujuan keamanan lingkungan dari Badan Keanekaragaman Hayati untuk bisa memproduksi bibit jagung transgenik.

Teknologi transgenik mulai dikembangkan di Amerika Serikat (AS) pada 1980-an. Teknologi ini diklaim mampu memberikan hasil panen tinggi karena tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Caranya dengan melakukan modifikasi ulang gen tumbuhan. Sampai saat ini, teknologi transgenik sangat ditentang karena membahayakan kesehatan manusia yang mengonsumsinya.

Sejak 2006, Monsanto banyak memproduksi benih terminator, yaitu benih yang hanya bisa ditanam satu kali sehingga petani tidak dapat menyimpan dan menggunakan hasilnya untuk penanaman selanjutnya. Pada 2001, Monsanto terlibat skandal yang menghebohkan di Indonesia. Proyek kapas transgeniknya yang digaungkan mampu meningkatkan produksi petani dari 1 ton per hektare menjadi 3,5 ton per hektare, nyatanya tak terbukti. Continue reading Monsanto, Terminator Pertanian Indonesia

Permablitz Jogja #3: Kebun Rani (II)

after the blitz: kebun depan Rani. Photo: Rita Dharani

Di tengah sumpeknya kekuasaan yang terlalu maskulin, yang merajai setiap sudut kehidupan sehari-hari kita sekarang, ditambah pekerjaan harian saya yang selalu berhubungan banyak dengan dunia laki-laki, aktivitas berkebun seperti menyuburkan energi feminitas yang memberi keyakinan pada masa depan.

Kalau bukan karena “arisan berkebun” Permablitz Jogja dan semangat gotong royong, susah dibayangkan dalam sekejap saya punya kebun masif yang siap tanam. Buat kami, berkebun pangan tidak melulu bicara soal isu lingkungan, gaya hidup organik, kembali ke alam, konsep hijau, eksotisme bertani atau sok enviromentalist. Continue reading Permablitz Jogja #3: Kebun Rani (II)

A reflections of a home garden from our great friends living in Kuala Lumpur, Malaysia.

Pohon Bintang

Sustainability is the capacity to survive. Sustainability is a long -term process of maintenance of dedication and responsibility that has environmental, economic, social measure and surround of ethics on responsible planning and management of resources. It needs individual and community as a whole to be independent and passionate to give dedication, commitment, consistency& responsibility towards building a sustainable future.

For us, growing our own food, gardening and eco green living is not about lifestyle but it’s a way of life. Its not for poseur such as following the current popular global trend or because it’s a popular subject people talked about, or its cool to grow and eat organic, or becoming hip trend when consuming more eco-green product, hybrid cars, foldable bikes etc.

Why we grow our own food is because it’s beyond what consumerism or our current system can offer. It’s about self-govern and spirit of DIY. Its about…

View original post 703 more words

Permablitz Jogja #2: Rumah Jeblog

Our 2nd ever Permablitz is just 3 days away!

This blitz is being held in the backyard of Paul’s house, one of Permablitz Jogja’s co-ordinators and Permaculture Designers from Australia who lives in the area of ‘Jeblog’ village on Jalan Nitiprayan.

I know what you’re thinking and the answer is no, Jeblog is not a place where retired Jedi knights gather and write blogs on intergalactic adventures fueled by sugar palm bio-fuel…

directions

Jeblog is about 10 minutes south-west of the city in Jogjakarta, an area that still retains a lot of rice paddy’s and traditional Javanese village living. Continue reading Permablitz Jogja #2: Rumah Jeblog