All posts by dalih

la hawla wa la quwwata illa biLlah

Aman dalam Keanekaragaman

oleh Dr. Vandana Shiva – dimuat di The Asian Age, 10 September 2014

vandana shiva

Kita tengah dihadapkan pada dua krisis berskala satu planet — perubahan iklim serta kepunahan spesies. Cara-cara produksi dan konsumsi kita saat ini, dimulai sejak Revolusi Industri dan diperburuk oleh munculnya pertanian industri, telah berkontribusi pada kedua hal tersebut.

Jika tidak ada perbuatan nyata demi mengurangi gas-gas rumah kaca, kita dapat mengalami malapetaka meningkatnya suhu sebesar 4°C di akhir abad ini.

Namun perubahan iklim bukan hanya soal penghangatan global. Yang bisa muncul adalah meningkatnya kekeringan, banjir, badai, dan peristiwa-peristiwa cuaca ekstrim lainnya, sebagaimana telah kita saksikan di Jammu dan Kashmir tatkala lebih dari 200 jiwa melayang. Continue reading Aman dalam Keanekaragaman

Advertisements

Membayangkan Punahnya Benih (dan Manusia)

kontributor: Ade Ubud – penyunting: Bekabuluh

Amankah sayur yang Anda konsumsi?
Amankah sayur yang Anda konsumsi?

Rajin makan sayur pasti sehat? Yakin? Kalau benihnya transgenik, pupuknya kimia, dan pestisidanya tak alami?

Bagi banyak produsen makanan pokok, sayur, dan buah-buahan, ketiga hal tadi merupakan satu paket ketika mereka ingin mendapatkan kuantitas produksi yang maksimal, bukan kualitas. Konsumen pun akhirnya hanya bisa memilih apa yang tersedia di pasaran, seolah tidak bisa menuntut para produsen makanan agar lebih bertanggung jawab. Padahal cara menghasilkan dan memproses makanan terkait dengan angka harapan hidup serta kualitas hidup manusia itu sendiri, dan hak prerogatif untuk berbelanja pun dipegang oleh konsumen. Continue reading Membayangkan Punahnya Benih (dan Manusia)

Panduan Menabung Benih

Mari menabung benih. Foto: Bekabuluh.
Mari menabung benih. Foto: Bekabuluh.

[1] KENAPA MENABUNG BENIH

Benih adalah segumpal potensi hidup. Lewat potensi ini, roda kehidupan diberi kesempatan untuk terus berputar. Lewat sayur, semak, hingga pohon yang dihasilkan, mulut-mulut tersuapi, tanah pecah menjadi rongga-rongga, dan bentang alam terjaga dari erosi, kekeringan, maupun angin kencang.

Terjaganya kehidupan semestinya terberi, bukan untuk jual-beli. Memang, jual-beli benih sudah lumrah sejak lama. Akan tetapi, dewasa ini benih-benih diperjualbelikan tidak hanya dalam bentuknya yang biasa, namun telah pula dipatenkan berdasarkan pola genetik yang diutak-atik di beberapa laboratorium negara-negara pongah. Pola-pola daya hidup telah dikuasai oleh sebagian orang demi keuntungan, dan ini justru berarti musibah bagi kalangan yang jauh lebih luas, mulai dari munculnya penyakit-penyakit baru hingga meluasnya kerusakan tanah. Silakan pelajari lebih banyak tentang fenomena ini, yang gampang dicari dengan kata kunci genetically modified organisms (GMO), atau baca pengenalannya di sini dan di sini. Continue reading Panduan Menabung Benih

Cerita dari Blitz Kebun Anis

foto: Odino da Costa
foto: Odino da Costa

Kenalkan, ini Anis, salah satu pengurus Sanggar Anak Kampoeng Indonesia (SAKI), perkumpulan kreatif yang fokus pada perkembangan anak-anak di Code, Yogyakarta. Dalam beberapa bulan terakhir, Anis rajin mengikuti kegiatan-kegiatan “kebun kilat” alias permablitz, khususnya yang dilakukan sebagai kerjasama antara Permablitz Jogja dengan SAKI. Continue reading Cerita dari Blitz Kebun Anis

8 Langkah Suburkan Tanah

69234_10151757482389896_2126221355_n

Bagi yang beranggapan berkebun pangan hanya soal menenteng sekop, membuat lubang, lalu menanam, tunggu dulu. Satu hal perlu dipastikan: kandungan nutrisi dalam tanah.

Mengikuti cara berkebun organik, menebarkan kompos atau mulsa ke permukaan tanah mungkin cukup untuk menambahkan nutrisi. Namun kesuksesan berkebun tergantung pada sehat atau tidaknya tanah dalam jangka panjang. Kondisi tanah yang lebih baik akan meningkatkan produktivitas serta kualitas tanaman.

Bagaimana membuat tanah kebun lebih baik untuk jangka panjang? Continue reading 8 Langkah Suburkan Tanah

Sepucuk Surat Cinta Berwarna Hijau

(the English version can be read here)

P1070299

Kepada pemuda-pemudi Indonesia,

Menanam makananmu sendiri adalah sebuah pemberontakan. Kedengarannya keren ya. Butuh argumen yang meyakinkan? Begini…

Pada satu titik kemungkinan dalam sebuah skenario masa depan, pemerintah akan menganggap bahwa siapapun yang menanam makanannya sendiri, membuat kebun produktifnya sendiri, adalah seorang pemberontak. Argumen dimulai dengan fakta bahwa siapapun butuh makan. Bisnis-bisnis raksasa transnasional dan multinasional bermodal multitriliunan telah dibangun di atas kebutuhan ini. Berapa banyak fulus yang akan hilang dari kantong-kantong produsen, importir, dan eksportir makanan skala massal jika orang-orang tak lagi bergantung pada mereka? Pejabat-pejabat pemerintahan yang telah lama membekingi sistem ini, atau malah menjadi pemain aktif dalam industri ini, juga akan kehilangan banyak. Dan coba pikirkan segala macam pestisida dan herbisida berbahaya yang TIDAK akan dipakai di kebun-kebun kalian. Berapa banyak dolar yang akan hilang dari pendapatan pada produsen, importir, dan eksportir besar produk-produk tersebut? Begitu juga dengan benih-benih pusaka (heirloom seed). Simpan, bagi, dan tukarkan di lingkungan komunitas berkebunmu. Lihat apa yang akan terjadi pada para pebisnis benih hasil modifikasi genetis alias hibrida (genetically modified seed/GMO seed). Continue reading Sepucuk Surat Cinta Berwarna Hijau

Tips: Menara Cacing (Worm Tower)

Seorang ibu rumah tangga di Code mengeluh bahwa sampah di rumah serta di kampungnya tidak dikelola dengan baik oleh para pengumpul sampah. Dari semua jenis yang ada, sampah dapur bisa dibilang sangat mengganggu karena bau yang muncul dan serangga yang mengerumun. Menurutnya, memasukkan sampah dapur ke tempat kompos biasa juga kurang membantu karena alasan-alasan yang sama. Ditambah lagi Code merupakan kawasan pemukiman padat. Bau dan kerumunan lalat di satu rumah bisa menyebar ke mana-mana.

Kawan-kawan dari Permablitz Jogja menawarkan satu solusi sederhana.

menara cacing Continue reading Tips: Menara Cacing (Worm Tower)