Tips: Pot Sub-Irigasi (Sub-Irrigated Planter)

Alkisah di sebuah kebun di atas atap, dua pot bersebelahan yang masing-masing berisi cabe dan kemangi (basil) mengalami nasib yang berbeda. Hari sedang terik-teriknya, dan keduanya sama-sama belum disiram. Cabe dan kemangi di pot yang satu tampak layu, namun di pot yang satunya lagi tampak segar bugar.

Kok bisa?

Foto ini diambil pada malam hari. Siang tadi terik, dan tanaman lupa disiram. Bisa lihat perbedaannya?
Foto ini diambil pada malam hari. Sebelumnya hari terik, dan tanaman lupa disiram. Bisa lihat perbedaannya?

Pada foto di atas, pot yang sebelah kiri adalah pot biasa yang memiliki lubang-lubang di bagian bawahnya, sehingga air dan nutrisi cepat terbuang tiap kali tanaman disiram. Pot sebelah kanan merupakan kreasi sendiri menggunakan sistem sub-irigasi.

Pot sub-irigasi hanya memiliki dua lubang. Lubang di sebelah atas (dimasuki selang) menjadi tempat pengisian air. Lubang di sebelah bawah memastikan air yang berlebih dapat keluar.

P1160310

Bagaimana cara membuatnya? Ikuti langkah-langkah berikut.

1. Gunakan pot atau wadah yang tidak memiliki lubang. Buat dua lubang, satu di bagian atas (kira-kira 5 sentimeter dari bibir pot) dan satu di bagian bawah (kira-kira 8-10 sentimeter dari alas).
1. Gunakan pot atau wadah besar yang tidak memiliki lubang. Kemudian, menggunakan bor/solder/pisau, buat satu lubang di bagian atas (kira-kira setengah jari dari bibir pot) dan satu di bagian bawah (kira-kira setengah hingga satu jari dari alas).
2. Ambil selang dengan diameter yang kira-kira sama dengan lubang. Masukkan dari lubang bagian atas sampai ujung selang yang bawah menyentuh alas pot.
2. Ambil selang dengan diameter kira-kira sama dengan lubang atas. Masukkan selang dari lubang atas sampai ujung selang sebelah bawah hampir menyentuh alas pot. Sisakan sedikit mulut selang di bagian atas.
3. Isi bagian terbawah dengan pecahan batu bata atau pecahan genteng.
3. Isi bagian terbawah pot dengan pecahan batu bata atau pecahan genteng. Jenis batu dari tanah liat mudah menyerap dan menyimpan air. Pastikan pecahan-pecahannya tidak terlalu besar agar lubang bagian bawah tidak tersumbat.
4. Masukkan lapisan berikutnya, yakni potongan-potongan ranting.
4. Masukkan lapisan berikutnya, yakni potongan-potongan ranting.
5. Lapisan berikutnya adalah daun-daun hijau.
5. Lapisan berikutnya adalah cacahan daun-daun hijau.
6. Tambahkan lapisan daun-daun kering di atasnya.
6. Tambahkan cacahan daun-daun kering (bisa diganti jerami, sekam, atau kertas koran, kertas biasa, maupun sobekan-sobekan kardus).
7. Agar lapisan-lapisan  organik tadi lekas busuk dan terurai menjadi nutrisi bagi tanaman, tambahkan lapisan kotoran binatang pemakan rumput. Bisa diganti dengan kompos maupun kascing (kotoran cacing).
7. Agar lapisan-lapisan organik tadi lekas busuk dan terurai menjadi nutrisi bagi tanaman, tambahkan lapisan kotoran binatang pemakan rumput (sapi, kambing, kuda, kelinci). Bisa juga menggunakan kompos atau kascing (kotoran cacing).
8. Masukkan tanah sampai pot hampir penuh.
8. Masukkan tanah sampai pot hampir penuh.
9. Agar kelembaban tanah tidak lekas menguap oleh panas dan supaya rumput tidak mudah tumbuh, tutupi permukaan tanah dengan daun-daun kering, kertas, kompos, atau kerikil. Lapisan pelindung permukaan tanah ini disebut mulsa.
9. Agar kelembaban tanah terjaga dan supaya rumput tidak mudah tumbuh, tutupi permukaan tanah dengan daun-daun kering, jerami, kertas, kompos, atau kerikil. Lapisan pelindung permukaan tanah ini disebut mulsa.
10. Untuk melihat apakah pot sub-irigasi berfungsi dengan baik, masukkan air lewat mulut selang di bagian atas. Cek apakah lubang bagian bawah berfungsi dengan baik dalam mengeluarkan air yang berlebih.
10. Untuk melihat apakah pot sub-irigasi berfungsi sempurna, masukkan air lewat mulut selang di bagian atas. Cek apakah lubang bagian bawah berfungsi dengan baik dalam mengeluarkan air yang berlebih.

Dengan pot sistem sub-irigasi, penyiraman tidak perlu dilakukan setiap hari. Berdasarkan pengalaman, pengairan cukup dilakukan sekali dalam satu atau dua minggu melalui selang tadi. Di hari yang terik, saat terjadi penguapan berlebih pada tanah, terjadi aksi kapilaritas yang menyebabkan cadangan air terserap ke atas, sehingga media tanam tidak sampai kekeringan.

Selang beberapa bulan, ketinggian media tanam akan berkurang karena lapisan bahan-bahan organiknya membusuk. Tambahkan tanah dan kompos atau cacahan bahan-bahan alami di bagian atas agar kandungan nutrisi terus terjaga.

Tak ada alasan lagi untuk enggan bercocok tanam karena tidak punya lahan atau tak punya banyak waktu kan?

Selamat menanam!

Advertisements

3 thoughts on “Tips: Pot Sub-Irigasi (Sub-Irrigated Planter)”

    1. tidak diisi air, tapi cukup disiram. untuk penyiraman ya tergantung kebutuhannya apa. kalau air saja cukup tidak masalah, tapi kami menyarankan untuk menyiramkan kompos cair setiap beberapa minggu atau beberapa bulan, tergantung tanamannya juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s