Tips: Menara Cacing (Worm Tower)

Seorang ibu rumah tangga di Code mengeluh bahwa sampah di rumah serta di kampungnya tidak dikelola dengan baik oleh para pengumpul sampah. Dari semua jenis yang ada, sampah dapur bisa dibilang sangat mengganggu karena bau yang muncul dan serangga yang mengerumun. Menurutnya, memasukkan sampah dapur ke tempat kompos biasa juga kurang membantu karena alasan-alasan yang sama. Ditambah lagi Code merupakan kawasan pemukiman padat. Bau dan kerumunan lalat di satu rumah bisa menyebar ke mana-mana.

Kawan-kawan dari Permablitz Jogja menawarkan satu solusi sederhana.

menara cacing

Beberapa titik di Code menjadi target Permablitz Jogja untuk dijadikan kebun-kebun produktif. Tidak ada salahnya mencoba menggabungkan pembuatan kebun pangan organik dengan menara cacing. Menara-menara yang ditanamkan di bedeng-bedeng diisi kertas atau serbuk kayu basah dan cacing, lalu rongga teratasnya menjadi tempat pembuangan sampah dapur.

Konsep ini pertama kali diwujudkan bersama-sama di rumah Pak Anang, seorang ketua RT sekaligus pembina Sanggar Anak Kampoeng Indonesia (SAKI), sebuah perkumpulan kreatif yang telah sering melakukan kerjasama dengan Permablitz Jogja.

1465328_549369221807118_841449396_n copy

1465167_549369308473776_774615011_n copy

1461016_549369265140447_311628579_n copy

1467229_549369578473749_1436217596_n copy

Berikut adalah cara menyiapkan menara cacing.

1. Gunakan pipa paralon berukuran panjang kira-kira 50 sentimeter, dengan diameter 8 hingga 10 sentimeter.
1. Gunakan pipa paralon berukuran panjang kira-kira 50 sentimeter, dengan diameter 8 hingga 10 sentimeter (bisa lebih). Buat lubang-lubang kecil di sekelilingnya menggunakan bor/solder/pisau. Sisakan bagian paling bawah dan atas pipa. Pipa dapat diganti dengan bambu besar yang dihilangkan sekat-sekatnya kemudian dilubangi dengan bor.
2. Tanam pipa yang telah dilubangi di dalam bedeng, dengan hanya menyisakan bagian atas yang tidak berlubang.
2. Tanam pipa yang telah dilubangi di dalam bedeng. Sisakan bagian atas yang tidak berlubang.
3. Secara berurutan, masukkan potongan-potongan ranting, kertas yang telah direndam (bisa diganti dengan serbuk kayu basah), segenggam cacing tanah, dan terakhir lapisan kertas basah atau serbuk kayu basah.
3. Secara berurutan, masukkan potongan-potongan ranting, kertas yang telah direndam (bisa diganti dengan serbuk kayu basah), segenggam cacing tanah, dan terakhir lapisan kertas basah atau serbuk kayu basah.
4. Kini menara cacing sudah bisa diisi dengan sampah sisa dapur. Jangan lupa tutup bagian atas pipa dengan pot atau batok kelapa, agar bau tidak menyebar dan sampah tidak dikorek-korek oleh binatang.
4. Kini menara cacing sudah bisa diisi dengan sampah sisa dapur. Jangan lupa tutup bagian atas pipa dengan pot atau batok kelapa, agar bau tidak menyebar, tidak dkerumuni serangga, dan sampah tidak dikorek-korek oleh binatang. Penutup hanya dibuka ketika akan memasukkan sampah.

Bisa dibilang menara cacing merupakan gabungan antara biopori (biopores) dengan kebun cacing (worm farm). Cacing memakan sampah organik dan mengubahnya menjadi nutrisi yang langsung diserap oleh tanaman-tanaman dalam bedeng. Cacing yang ada di sekitarnya pun akan berkumpul karena adanya sumber makanan. Ketika satu menara penuh, sampah dapat dimasukkan ke menara yang lain, menunggu sampah sebelumnya terurai. Jadi diperlukan beberapa menara cacing dalam satu kebun. Jika satu kampung sudah punya banyak, boleh juga memberi makan cacing di menara tetangga.

Menurut perhitungan, menara cacing efektif memberi nutrisi bagi tanaman-tanaman di sekelilingnya dalam radius 3 meter. Jadi antara menara cacing satu dan lainnya dapat diberi jarak kurang lebih 6 meter. Perlu diingat bahwa menara cacing sebaiknya ditanam di titik yang mudah dijangkau pada bedeng.

Gerakan “100 Menara Cacing untuk Code” masih menerima sumbangan berupa pipa-pipa paralon bekas maupun cacing, atau apapun yang dapat membantu gerakan ini. Kirimkan sumbangan ke sekretariat Sanggar Anak Kampoeng Indonesia di Ledok Tukangan, Code, Yogyakarta. Ikuti jadwal kami dengan mengecek bagian “Akan Hadir” di laman depan situs Permablitz Jogja.

Mari kelola sampah dengan bijak dan hadirkan kebun-kebun pangan organik di sekeliling kita. Salam permablitz dari Yogyakarta!

Advertisements

2 thoughts on “Tips: Menara Cacing (Worm Tower)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s