Ayo Permablitz! (Panduan Singkat Gerakan Permablitz Lokal)

– disusun berdasarkan pengalaman Permablitz Jogja

– unduh versi PDF di sini

Apa itu permablitz?

Permablitz Jogja #4 di Batik Sogan
Permablitz Jogja #4 di Batik Sogan

Apa itu permablitz?

Di tengah kungkungan polusi udara dan air, kondisi tanah yang memburuk, (bahan-bahan) makanan tercampur zat-zat berbahaya, diperlukan keyakinan bahwa bersama-sama kita bisa menyehatkan alam demi menyehatkan diri. Dalam prosesnya, diperlukan pengetahuan, semangat bekerja (bersama), semangat berbagi, serta semangat untuk menjaga.

Muncullah orang-orang di satu kawasan yang peduli akan isu ini. Mereka berkumpul dan bergerak untuk membantu mengembalikan keseimbangan alam. Cara yang mereka ambil adalah mengubah lahan yang tidak produktif menjadi sumber pangan yang sehat dan selaras dengan alam. Satu lahan demi satu lahan, satu acara demi satu acara, beramai-ramai.

Di berbagai belahan dunia, gerakan semacam ini disebut permablitz. “Perma” diambil dari kata “permaculture,” sebuah sistem yang menyelaraskan pola kegiatan dan kebutuhan manusia dengan lingkungan sekitarnya, demi menciptakan lingkup-lingkup kehidupan yang saling mendukung secara berkelanjutan. “Blitz,” seperti lampu kilat pada kamera, menunjukkan betapa singkat kegiatan ini berlangsung — biasanya satu hari. Jika permakultur adalah sebuah cita-cita besar, permablitz merupakan upaya-upaya kecil, terpisah, dan terus-menerus yang membantu mewujudkannya.

Siapa saja yang terlibat dalam permablitz?

Permablitz Jogja #1 di Nitiprayan
Permablitz Jogja #1 di Nitiprayan
  1. Orang(-orang) yang memiliki kecakapan tentang permakultur, disebut juga fasilitator. Dalam pengalaman Permablitz Jogja, orang(-orang) ini memiliki sertifikat pendidikan permakultur. Jika tak ada yang memenuhi syarat ini, diperlukan seseorang dengan pengalaman bercocok tanam serta kemampuan pengorganisasian yang mencukupi. Fasilitator dibutuhkan untuk mendesain kebun, berbagi pengetahuan, memberi pemahaman tentang tugas-tugas yang dilakukan selama acara, memastikan tugas-tugas tersebut bisa selesai sesuai rencana, memastikan tidak ada yang cedera, serta memastikan semua orang merasa senang dalam bekerja.
  1. Orang-orang yang memperkuat gerakan permablitz lokal, disebut juga tim penggerak. Satu atau beberapa fasilitator mungkin dapat bekerja sendiri dalam mempersiapkan tiap permablitz dan mempromosikannya sebagai gerakan lokal. Namun ada baiknya ada orang-orang, misalnya beberapa peserta yang siap terlibat lebih jauh, yang memberikan bantuan ekstra. Yang memiliki koneksi internet dapat membuat group atau page di Facebook, menjadi administratornya, serta membuat undangan online untuk tiap acara. Yang memiliki banyak kenalan dapat mengundang berbagai komunitas untuk hadir. Yang memiliki kecakapan menulis dapat membuat panduan-panduan singkat atau menuliskan laporan-laporan. Banyak contoh lain. Siapapun yang peduli dan tertarik dapat bergabung bersama fasilitator sebagai tim penggerak dan berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
  1. Orang-orang yang siap belajar dan membantu saat acara berlangsung, disebut juga peserta. Jumlah peserta sebaiknya sebanding dengan ukuran lahan yang dikerjakan, juga banyaknya tugas yang harus dilakukan. Akan tetapi, jumlah peserta yang besar tidak menjamin kegiatan berjalan sesuai rencana. Sebaliknya, meskipun jumlah peserta sedikit, perencanaan yang matang dan kesungguhan dalam menjalankan tugas dapat membawa kesuksesan pada tiap permablitz. Pastikan semua peserta siap belajar, bekerja, dan bersenang-senang!
  1. Orang(-orang) yang menjadi tuan rumah. Orang(-orang) ini merelakan halamannya dijadikan sumber pembelajaran tentang permakultur dan ketahanan pangan lewat kegiatan mengubah lahan tidak produktif menjadi lahan yang bermanfaat, khususnya sebagai sumber bahan makanan sehat. Disarankan agar tuan rumah siap pula menjamu fasilitator dan para peserta dengan menyiapkan makanan dan minuman yang sehat. Dalam pengalamannya, Permablitz Jogja memiliki tim yang siap mengajak beberapa peserta untuk membantu di dapur selama acara berlangsung.

Apa saja yang perlu dilakukan fasilitator sebelum acara?

contoh desain kebun mandala
contoh desain kebun mandala

Apa saja yang perlu dilakukan fasilitator sebelum acara?

1. Survei lahan; 2. Mendesain kebun sesuai prinsip-prinsip permakultur; 3. Berdasarkan desain, menyusun daftar bahan-bahan dan alat-alat yang dibutuhkan, serta tugas-tugas yang akan dibagikan kepada peserta; 4. Mengadakan koordinasi sesama fasilitator atau dengan tim penggerak tentang jadwal, desain, serta daftar kebutuhan; dan 5. Melakukan koordinasi dengan tuan rumah tentang jadwal, desain, serta daftar kebutuhan.

Ayo langsung nge-Blitz!

Ayo ajak kawan-kawan melakukan permablitz!
Ayo ajak kawan-kawan melakukan permablitz!

Fasilitator datang lalu mengecek kondisi tanah. Suburkah? Jika tidak, apa saja yang harus dilakukan untuk mengembalikan kesuburan atau membuatnya layak ditanami? Apakah lahan ini cukup paparan sinar matahari? Jika tidak, bagaimana?

 

Untuk urusan kesuburan tanah, yang paling sering dilakukan oleh Permablitz Jogja adalah membuat lapisan-lapisan yang terdiri dari ranting-ranting, daun-daun segar (lapisan hijau), daun-daun kering/jerami/kertas (lapisan coklat), kotoran binatang pemakan rumput (lapisan manure, bisa langsung ditebar atau dicampur dulu dengan air), tanah, kemudian diulang mulai dari lapisan hijau sampai ketinggian dirasa cukup. Dapat pula menambahkan beberapa potong kayu besar di bagian paling bawah, terutama di lahan berpasir. Kayu yang membusuk menyerap air dengan baik, sehingga kekeringan dapat diminimalisir. Satu hal lain yang perlu dilakukan adalah memastikan tidak ada sampah plastik, kaca, styrofoam, maupun besi yang tercampur pada lapisan-lapisan tadi.

 

Ketika ketinggian lapisan-lapisan dirasa cukup, maka kita sudah punya yang namanya bedeng, alias planting beds atau tempat menanam. Biasanya bedeng-bedeng dibiarkan dulu selama minimal dua minggu sampai semua lapisan membusuk, sehingga kelak tersedia banyak nutrisi bagi perkembangan tanaman. Namun beberapa bedeng dapat langsung ditanami benih atau bibit kacang-kacangan maupun polong-polongan, karena selain mudah tumbuh, kacang-kacangan dan polong-polongan memiliki jenis akar yang dapat mengikat nitrogen, sehingga nantinya tanah cocok bagi pertumbuhan beberapa jenis sayur, rempah, maupun buah. Bedeng juga bisa dibatasi sisi-sisinya dengan batu-batu, botol, kayu, bambu, dll. Selain hasilnya lebih cantik, kita juga tahu batas bedeng ketika lapisan tanah sudah sangat turun, sehingga akan lebih mudah untuk menambahkan lapisan tanah dan kompos.

Kebun Berbentuk Mandala
Kebun Berbentuk Mandala

Bentuk bedeng tidak harus kaku. Di sinilah desainer kebun mengerahkan kreativitasnya. Bedeng bisa didesain berbentuk lingkaran, spiral, mandala, segitiga… apapun! Yang jelas, satu hal harus diperhatikan: akses. Orang yang akan menanam, merawat, dan memanen perlu jalan untuk mencapai seluruh sisi dan sudut bedeng. Tiap bedeng juga sebaiknya tidak terlalu lebar. Ada satu aturan penting yang dipegang kuat oleh para anggota Permablitz Jogja: Ketika lapisan-lapisan bedeng sudah tersusun, tidak ada yang boleh menginjaknya… selamanya! Menginjak bedeng berarti mengganggu atau bahkan mematikan berbagai mikro-organisme (bakteri, cacing, serangga, dll.) yang mengurai lapisan-lapisan organik menjadi nutrisi. Maka hormati dan jagalah keberadaan mereka.

Bagaimana jika lahan tidak mendapat paparan sinar matahari yang mencukupi? Nggak bisa tanam sayur dan buah-buahan dong? Tidak perlu sedih, dan tentunya tidak perlu memaksakan diri. PIlihlah jenis tanaman yang tidak membutuhkan banyak sinar matahari, seperti rempah-rempah berumbi semacam kunyit, jahe, temulawak, dsb., atau tanaman-tanaman yang dapat menyerap polusi, semisal lili paris, pakis-pakisan, lidah buaya, lidah mertua, dll. Jika tetap nekat menanam sayur-sayur dan buah-buahan, tak apa. Bereksperimen positif di kebun sendiri sangat disarankan.

Apa lagi yang perlu dibuat?

membuat kebun lubang kunci (keyhole garden)
membuat kebun lubang kunci (keyhole garden)

Apa lagi yang perlu dibuat?

Selama waktu mencukupi, banyak ragam bedeng maupun elemen-elemen kreatif kebun yang dapat dikerjakan selama permablitz. Selebaran ini tidak cukup untuk menjelaskan semuanya, jadi cobalah mencari informasi tambahan mengenai: kebun spiral (spiral garden), kebun lubang kunci (keyhole garden), menara cacing (worm tower), kebun cacing (worm farm), tempat kompos (compost pile), lingkaran pisang (banana circle), tempat pembibitan (seedling area), serta tumpang sari (companion planting). Semuanya sudah pernah dibuat oleh para anggota Permablitz Jogja, baik bersama-sama maupun secara individual. Coba gabungkan ke dalam desain selama memungkinkan. Yang jelas, kontur tanah, fitur-fitur yang sudah ada (misalnya bangunan, kolam, pohon), kebiasaan-kebiasaan maupun kebutuhan-kebutuhan tuan rumah menjadi beberapa faktor penting yang menentukan desain kebun permakultur.

Siapa yang diuntungkan?

diskusi di Institut Permakultur Bumi Langit, Imogiri, Yogyakarta
diskusi di Institut Permakultur Bumi Langit, Imogiri, Yogyakarta

Kegiatan permablitz menguntungkan kita semua. Selama permablitz, fasilitator disarankan menjelaskan pentingnya menjaga keseimbangan alam demi kebaikan para penghuninya. Banyak wilayah di Indonesia sudah kehilangan keseimbangan ini.

Membuat kebun organik bersama-sama memastikan satu hal: makanan yang sehat. Kita melihat bahwa perkebunan yang tidak bertanggungjawab, misalnya dengan menebangi hutan dan menggunakan zat-zat kimia berbahaya, turut merusak ekosistem, dan akhirnya merusak manusia, baik perorangan maupun sebagai kelompok sosial.

Ramai-ramai berkebun gembira di lingkup kecil mampu menyatukan para peserta dalam ikatan positif. Para sahabat makin akrab, para pasangan makin mesra, orang tua dan anak tertawa bersama, yang jomblo siap-siap pasang aksi. Ikatan positif ini dapat diteruskan dalam permablitz-permablitz susulan, maupun kerjasama komunitas dalam berbagi benih/bibit. Ketika masa panen tiba, jangan lupa berbagi dengan mereka yang sudah membantu mewujudkan kebun kecil indahmu yang produktif.

Tanpa disadari, ketika tiap rumah punya kebun sendiri, atau tiap kampung punya kebun komunitasnya, muncul satu tekanan ke luar. Mereka yang berkebun secara tidak bertanggung jawab diharapkan akan mengubah pola bercocok tanam sesuai tuntutan yang masuk akal. Sebab, tak ada yang mau makanannya diracuni, dan sepatutnya tak ada yang rela melihat alam dirusak secara semena-mena.

Salam permablitz dari Yogyakarta!

Advertisements

7 thoughts on “Ayo Permablitz! (Panduan Singkat Gerakan Permablitz Lokal)”

  1. Program yang bermanfaat banget buat masyarakat indonesia, bangga dengan komunitas Permablitz Jogja, o iya buku panduan untuk permaculture bagi masyarakat pemula share donk… please3… butuh banget bukunya untuk referensi dan dalam menambah pengetahuan untuk penerapannya. Permablitz Jogja, jaya selalu, hijaukan indonesia, salut buat kalian 🙂

  2. mas/mba mau tanya, kalau semisal ada lahan ndak produktif didaerah saya, terus pengen ngadain gerakan permablitz gitu,itu hubunginya kemana ya? Nuwun infonya

      1. njih mas..saya baru baca sekilas versi pdfnya, menarik untuk dicoba..matursuwun sharing ilmunya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s