Aman dalam Keanekaragaman

oleh Dr. Vandana Shiva – dimuat di The Asian Age, 10 September 2014

vandana shiva

Kita tengah dihadapkan pada dua krisis berskala satu planet — perubahan iklim serta kepunahan spesies. Cara-cara produksi dan konsumsi kita saat ini, dimulai sejak Revolusi Industri dan diperburuk oleh munculnya pertanian industri, telah berkontribusi pada kedua hal tersebut.

Jika tidak ada perbuatan nyata demi mengurangi gas-gas rumah kaca, kita dapat mengalami malapetaka meningkatnya suhu sebesar 4°C di akhir abad ini.

Namun perubahan iklim bukan hanya soal penghangatan global. Yang bisa muncul adalah meningkatnya kekeringan, banjir, badai, dan peristiwa-peristiwa cuaca ekstrim lainnya, sebagaimana telah kita saksikan di Jammu dan Kashmir tatkala lebih dari 200 jiwa melayang. Continue reading

A Sprinkle of Magic in Your Yard

Originally posted on Bekabuluh:

BtpPMglCcAUCqPb

Last month, an article I had written on urban gardening was published in the culture column of Esquire Indonesia. It was not a very long article, and consisted of points that I had scattered in different writings. However, I think I did a decent job in incorporating persuasions and not just terrifying facts in it. Maybe it is because I have come to realize that returning to a healthy lifestyle, or to that big concept: sustainable life, is a long process that will take more than one generation to accomplish. I understand that some people will simply say “What’s the point?” when they realize that one cannot always harvest what one plants, or that one may not have enough stock of homegrown food for one season, or that one may fail to convince their neighbors to make a compost pile or do mulching instead of burning the dry leaves around their homes.

Continuous persuasions then become necessary. And that’s why I have…

View original 1,999 more words

Membayangkan Punahnya Benih (dan Manusia)

kontributor: Ade Ubud - penyunting: Bekabuluh

Amankah sayur yang Anda konsumsi?
Amankah sayur yang Anda konsumsi?

Rajin makan sayur pasti sehat? Yakin? Kalau benihnya transgenik, pupuknya kimia, dan pestisidanya tak alami?

Bagi banyak produsen makanan pokok, sayur, dan buah-buahan, ketiga hal tadi merupakan satu paket ketika mereka ingin mendapatkan kuantitas produksi yang maksimal, bukan kualitas. Konsumen pun akhirnya hanya bisa memilih apa yang tersedia di pasaran, seolah tidak bisa menuntut para produsen makanan agar lebih bertanggung jawab. Padahal cara menghasilkan dan memproses makanan terkait dengan angka harapan hidup serta kualitas hidup manusia itu sendiri, dan hak prerogatif untuk berbelanja pun dipegang oleh konsumen. Continue reading

Cerita dari Blitz Kebun Anis

foto: Odino da Costa
foto: Odino da Costa

Kenalkan, ini Anis, salah satu pengurus Sanggar Anak Kampoeng Indonesia (SAKI), perkumpulan kreatif yang fokus pada perkembangan anak-anak di Code, Yogyakarta. Dalam beberapa bulan terakhir, Anis rajin mengikuti kegiatan-kegiatan “kebun kilat” alias permablitz, khususnya yang dilakukan sebagai kerjasama antara Permablitz Jogja dengan SAKI. Continue reading

Sepucuk Surat Cinta Berwarna Hijau

(the English version can be read here)

P1070299

Kepada pemuda-pemudi Indonesia,

Menanam makananmu sendiri adalah sebuah pemberontakan. Kedengarannya keren ya. Butuh argumen yang meyakinkan? Begini…

Pada satu titik kemungkinan dalam sebuah skenario masa depan, pemerintah akan menganggap bahwa siapapun yang menanam makanannya sendiri, membuat kebun produktifnya sendiri, adalah seorang pemberontak. Argumen dimulai dengan fakta bahwa siapapun butuh makan. Bisnis-bisnis raksasa transnasional dan multinasional bermodal multitriliunan telah dibangun di atas kebutuhan ini. Berapa banyak fulus yang akan hilang dari kantong-kantong produsen, importir, dan eksportir makanan skala massal jika orang-orang tak lagi bergantung pada mereka? Pejabat-pejabat pemerintahan yang telah lama membekingi sistem ini, atau malah menjadi pemain aktif dalam industri ini, juga akan kehilangan banyak. Dan coba pikirkan segala macam pestisida dan herbisida berbahaya yang TIDAK akan dipakai di kebun-kebun kalian. Berapa banyak dolar yang akan hilang dari pendapatan pada produsen, importir, dan eksportir besar produk-produk tersebut? Begitu juga dengan benih-benih pusaka (heirloom seed). Simpan, bagi, dan tukarkan di lingkungan komunitas berkebunmu. Lihat apa yang akan terjadi pada para pebisnis benih hasil modifikasi genetis alias hibrida (genetically modified seed/GMO seed). Continue reading

Tips: Menara Cacing (Worm Tower)

Seorang ibu rumah tangga di Code mengeluh bahwa sampah di rumah serta di kampungnya tidak dikelola dengan baik oleh para pengumpul sampah. Dari semua jenis yang ada, sampah dapur bisa dibilang sangat mengganggu karena bau yang muncul dan serangga yang mengerumun. Menurutnya, memasukkan sampah dapur ke tempat kompos biasa juga kurang membantu karena alasan-alasan yang sama. Ditambah lagi Code merupakan kawasan pemukiman padat. Bau dan kerumunan lalat di satu rumah bisa menyebar ke mana-mana.

Kawan-kawan dari Permablitz Jogja menawarkan satu solusi sederhana.

menara cacing Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 29 other followers